LAB 6.2 : Konfigurasi DNS Server Load Balance pada Centos 7

Assalamu’alaikum wr.wb.

malem ini saya mau ngepost nih tentang apasih DNS Load Balance itu dan bagaimanasih cara konfigurasinya?

yuk disimak

Topologi

Topologi 1

Screenshot_55

Topologi 2

Screenshot_51

Tabel IP Addressing

Screenshot_50

Tujuan

1. Pembaca dapat memahami apa yang di maksud dengan DNS Load Balance

2. Pembaca dapat Mengkonfigurasi DNS Server dengan BIND.

3. Pembaca dapat Mengkonfigurasi BIND  yang ada di server dengan memiliki 2 IP Address.

4. Pembaca dapat membuat dan menkofigurasi domain dengan BIND yang memiliki 2 IP Adress.

5. Pembaca dapat membuat Client Server yang terhubung ke server dengan 2 IP Address.

Konsep Dasar

Mengenal Teknologi Load Balancing

Load balancing adalah teknik untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Load balancing digunakan pada saat sebuah server telah memiliki jumlah user yang telah melebihi maksimal kapasitasnya. Load balancing juga mendistribusikan beban kerja secara merata di dua atau lebih komputer, link jaringan, CPU, hard drive, atau sumber daya lainnya, untuk mendapatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal.

Mengapa Menggunakan Load Balancer?

Ada banyak alasan mengapa menggunakan load balancing untuk website atau aplikasi berbasis web lainnya. Dua alasan yang utama adalah:

1. Waktu Respon. Salah satu manfaat terbesar adalah untuk meningkatkan kecepatan akses website saat dibuka. Dengan dua atau lebih server yang saling berbagi beban lalu lintas web, masing-masing akan berjalan lebih cepat karena beban tidak berada pada 1 server saja. Ini berarti ada lebih banyak sumber daya untuk memenuhi permintaan halaman website.

2. Redundansi. Dengan load balancing, akan mewarisi sedikit redundansi. Sebagai contoh, jika website kita berjalan seimbang di 3 server dan salah satu server bermasalah, maka dua server lainnya dapat terus berjalan dan pengunjung website kita tidak akan menyadarinya downtime apapun.

jelaskan apa itu Load Balance? hehe

Konfigurasi

Nah disini saya akan sharing nih apa aja yang mau di bahas dan kenapa sih ada dua topologi di atas.

yuk dimulai Konfigurasinya…

Pertama kita setting dulu yuk interface pertamanya yang ada di Centosnya.

Screenshot_47

Dibagian Addressesnya IP nya kita isi dua yah, soalnya kan kita mau load balance.

Oke selanjutnya, karna saya ngelanjutin materi ini pake OS Centos 7 yang kemarin yang di buat untuk DNS Server, nah maka gausah download si bindnya lagi. Kita langsung edit aja ke bagian folder /etc/named.conf, nah di bagian listen-on port 53 kita tambahin satu IP lagi di bagian belakang IP server sebelumnya yang ada di materi DNS Server,nah kalo di gambar yang ada di bawah ini IP barunya itu .21

Screenshot_1

Nah selanjutnya kita ke bagian “zone” nah disitu kita hapus tuh yang domain barunya sama forward reverse di ubah menjadi ke awal dengan nama reverse, kan udah dibilang soalnya OS yang dipake sekarang lanjutan dari Konfigurasi DNS Server materi sebelumnya dengan dua domain.

Screenshot_2

ubah menjadi

Screenshot_3

okeyy, di named.conf udah kita tambahin IP dan benerin zone-nya, selanjutnya kita move ke folder /var/named/forward.tkj. Nah disitu kita tambahin 1 IP yaitu .21 di bagian ns di bawah IP.20

Screenshot_4

diubah menjadi…

Screenshot_5

selanjutnya kita masuk folder temennya si forward nih, yaitu /var/named/reverse.tkj nah disitu juga di edit tambahin 1 IP lagi yaitu .21 kaya gini nih..

Screenshot_6

diubah menjadi…

Screenshot_7

selanjutnya kita stop lalu mulai named-nya dengan perintah

“systemctl enable named”

“systemctl start named”

Screenshot_8

kalo udah di stop dan mulai si named-nya,kita allow port 53 si tcp dan udp nya abis itu reload deh

Screenshot_10

sekarang kita konfigurasi permission dari folder named, named.conf dan SELinux juga. commandnya :

” chgrp named -R /var/named ”
” chown -v root:named /etc/named.conf ”
” restorecon -rv /var/named ”
” restorecon /etc/named.conf ”

Screenshot_11

selanjutnya kita cek nih konfigurasi yang ada di named.confnya, zone si forward dan reverse tkj nya dengan perintah

“named-checkconf /etc/named.conf”

“named-checkzone tkjonline.net /var/named/forward.tkj”

“named-checkzone tkjonline.net /var/named/reverse.tkj”

Screenshot_12

kalo udah kita cobadeh nslookup ns.tkjonline.net ada gak ip keduanyaa, kalo ada berati sukses deh

Screenshot_16

nah kalo udah ada kita beralih ke clientnya, kita nslookup juga nih..

Screenshot_19

nah kalo udah, kita coba nih load balancenya berfungsi atau enggak.. pertama tama kita ping ns.tkjonline.net dibagian Centos dulu abis itu di Client. maka hasilnya akan kaya gini.

Screenshot_36 Screenshot_37

ket: atas centos bawah windows

Setting DNS LoadBalance dengan 2 Interface.

yuk langsung aja, nah disini kita mau nambahin 2 interface kan, nah tambahin di virtual boxnya di adapter 2 nya kaya gini contohnya

Screenshot_38

nah kita move ke gns 3 nya gimana caranya supaya si gns 3 ini nge -allow 2 adapter yang ada ada di virtual boxnya cara itu

Screenshot_39

nah selanjutnya kita sambungin deh dari switch ke centosnya di gns3 nya kaya gini deh..

Screenshot_21

Screenshot_22

selanjutnya kita edit si enp0s3 dan enp0s8 nya di nmtui, nah di bagian enp0s8 cukup isi IP Addresses dan Gatewaynya aja DNS Servernya di isi di enp0s3 okeyy

Screenshot_40

Screenshot_41

selanjutnya kita enable and restart namednya dengan perintah

” systemctl enable named ”
” systemctl start named ”

Screenshot_42

selanjutnya kita nslookup dan dig deh si tkjonline.netnya kalo muncul dua ip berarti berhasil konfignya

Screenshot_43

Screenshot_44

kita nslookup juga di clientnya nih..

Screenshot_45

cusss ping deh di centos dan clientnya kalo bisa bakal kayak gini neh

Screenshot_46

Screenshot_49

Kesimpulan

contohnya apabila ada sebuah server yang memiliki banyak anggota dan banyak yang mengakses pasti server tersebut akan ke walahan walau sudah menggunakan hadware dan software yang bagus sekali pun maka dari itu kita harus menggunakan load balancing untuk menambah server agar server manjadi lebih mudah membagi nya dan juga apabila salah satu server itu rusak atau yang lainnya maka server satu lagi masih bisa menghendelnya atau membeckup tugas server yang rusak. terima kasih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s