Lab 3.2 DHCP pada Packet Tracer

Screenshot_10

A : Bre bre.. bisa minta tolong ga? gua pusing nih ip gua bentrok terus sama pc lain, lu punya solusi gak ?

B : Wih kenapa harus bingung? kan bisa pake mode DHCP.

A : Wih boleh juga tuh.. bagaimana caranya?

B : Nah caranya simak blog ini aja kebotembem.wordpress.com disana dijelasin tuh, mudah – mudahan bermanfaat, dan bisa bantu lu.

A : Wokeeh Bre.. ateng bawa kayu, tararengkyu hehe…

Topologi

Screenshot_12

Tabel IP Address

Screenshot_13

Konsep Dasar

DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.

Kelebihan DHCP

1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.

2. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain. DHCP ini         didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.

3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).

4. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.

5. DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter kofigurasi lainnya kepada client.

Kelemahan

Karna semuanya yang berhubungan dengan pembagian IP ditanggung oleh Server, maka jika servernya mati, pembagian ip secara dhcp pun menjadi terganggu.

Tujuan

Pembaca dapat memahami maksud dari mode DHCP

Pembaca dapat memahami cara mengkonfigurasi DHCP di Cisco Packet Tracer

Konfigurasi 

nah pada konfigurasi kali ini kita akan menggunakan topologi sebelumnya yaitu topologi Router On Stick, nah apa aja sih yang mau di config? ini nih yang harus di config

DHCP Client

1. Server DNS

2. PC 0

3. PC 3

DHCP SERVER

1. RT-0

nah udah tau kan apa aja yang mau di konfig nantinya? yaudah sekarang kita lanjut  dan mulai konfigurasinya.

Nah selanjutnya kita pasang Vlan di Switch 0,1, dan 2

Switch 0

int fa0/4

switchport mode access

switchport access vlan 10

Screenshot_1

Switch 1

int ran fa0/5-7

switchport mode access

switchport access vlan 20

Screenshot_1

Switch 2

int fa0/3

switchport mode access 

switchport access vlan 30

Screenshot_2

Pasang IP di Server DNS, PC 0 ,PC 3

Server DNS

Screenshot_4

PC 0

Screenshot_7

PC 3

Screenshot_9

Kemudian kita konfigurasi DHCP Clientnya yang ada Switch 1 dan 2 pada Router dengan perintah sebagai berikut

DHCP Client untuk Switch 1

ip dhcp pool POOL-VLAN20

network 192.168.20.0 255.255.255.0

default-router 192.168.20.1

dns-server 192.168.10.11

exit

ip dhcp excluded-address 192.168.20.1 192.168.20.10

Screenshot_5

DHCP Client untuk Switch 2

ip dhcp pool POOL-VLAN30

network 192.168.30.0 255.255.255.0

default-router 192.168.30.1

dns-server 192.168.10.11

exit

ip dhcp excluded-address 192.168.30.1 192.168.30.10

Screenshot_6

sedikit info, maksud dari ip dhcp excluded-address adalah digunakan untuk mengeset alamat ip yang tidak akan diberikan kepada komputer client, karena telah digunakan oleh Router. nah jadi tuh IP hanya bisa digunakan di router tempat konfigurasi.

nah kemudian kita coba tes apakah konfigurasi DHCP nya berhasil atau tidak..

PC 0 dengan IP sebelumnya

Screenshot_7

PC 0 setelah menjadi DHCP

Screenshot_8

PC 3 dengan IP sebelumnya

Screenshot_9

PC 3 setelah menjadi DHCPScreenshot_10

nah sukses deh karna ada bacaan DHCP request successful. nah kemudian kita lihat IP berapa saja yang sudah di distribukan dengan perintah sebagai berikut dan dilakukan di router

sh ip dhcp binding

Screenshot_11

yap diatas merupakan ip-ip yang sudah distribusikan. sampe disini deh materinya karna memang sudah selesai hehe

Kesimpulan

hhmm mode DHCP ini sangat berguna jika kita sulit untuk memenukan IP yang nantinya akan digunakan sebagai ip dari pc yang kita gunakan, nah mode inipun mencegah terjadinya IP Conflict pada penyettingan IP, namun ada kelemahannya yaitu jika servernya mati maka proses request DHCP nya menjadi terganggu. semoga artikel ini bermanfaat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s