lab 5.1 DHCP

Topologi

Screenshot_20

Tabel IP Addressing

Screenshot_21

Konsep Dasar

Pengertian DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server.

Cara Kerja

Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client.

  • DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini.
  • DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut:

  1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif.
  2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client.
  3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan.
  4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan.

Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya.

Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama.

Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu.

Konfigurasi

Konfigurasi di Server Centos 7 DHCP

Pertama, install paket DHCP di Server Centos 7 DHCP, pastikan sudah terhubung ke internet, dan untuk lebih mudahnya kita memakai Centos yang sudah di Repo Lokal.

Screenshot_1

Screenshot_2

Pastikan packet DHCP sudah terinstall dengan complete !!

Kemudian masuk ke folder /etc/dhcp/dhcpd.conf untuk menambahkan script untuk membuat DHCP, pada awalnya pastikan isi foldernya kosong seperti ini.

Screenshot_3

Lalu tambahkan Script di bawah ini, untuk mengkonfigurasi pembuatan DHCP nya, sesuaikan dengan Network yang di inginkan.

Screenshot_4

Jika sudah di tambahkan scriptnya, keluar dari editornya dan jangan lupa di save. Kemudian aktifkan server DHCP yang telah dibuat tadi, dengan perintah

Screenshot_7

untuk melihat DHCP berjalan atau tidaknya, gunakan perintah sebagai berikut, dan pastikan DHCP nya aktif, atau running.

Screenshot_6

kemudian konfigurasi DHCP agar ketika servernya dimatikan DHCP secara otomatis berjalan dengan sendirinya.

Screenshot_7

Konfigurasi di Client Windows 7

Untuk konfigurasi DHCP pada client, lakukan pemilihan IP Address nya dengan memilih Obtain an IP Address automatically

Screenshot_8

Setelah memilih Obtain an IP Address automatically, kemudian cek dengan meng-klik tombol details pada Local Area Connection Status, dan pastikan IP Addressnya termasuk ke dalam range settingan di servernya.

Screenshot_9

#Pengecekan Packet Data Melalui WireShark

Untuk melakukan pengecekan capture packet datanya, klik kanan pada kabel Server Centos 7 DHCP dan pilih Start Capture.

Screenshot_10

Setelah di Klik Start Capture, kemudian ubah interface pada WireSharknya menjadi Virtual Host-Only Adapter #2, dan kemudian klik tombol Start.

Screenshot_11

maka dari sisi Server terlihat proses Request antara dhcp server dan client, sedang berjalan

Screenshot_12

#Cara membuat DHCP Static pada Centos 7

Buka folder /etc/dhcp/dhcpd.conf dan tambahkan script untuk membuat DHCP Static untuk hostname dan mac-addressnya, disesuaikan dengan milik Windows 7.

Cek Pada Windows 7

Screenshot_13

Kemudian pada sisi Centos 7 tambahkan script seperti yang dikotakan warna merah

Screenshot_14

kemudian ubah IP Addressnya dari DHCP menjadi Static, dan verifikasi hasil pengubahannya

#Status pada saat DHCP atau masih belum di konfigurasi

Screenshot_15

kemudian ubah mode dari DHCP menjadi Static, dan cek hasil verifikasi pengubahan IP Addressnya.

#Pengubahan dari DHCP ke Static

Screenshot_16

#Hasil verifikasi mode Static mode

Screenshot_17

Kemudian untuk mengetes pembuatan mode Static DHCP,  kita lakukan kembali pengubahan IP Addressnya dari Manual menjadi Obtain jika terjadi perubahan pada IPv4 addressnya terutana pada saat mode obtain, maka dikatakan pembuatan mode static DHCP nya salah, jika terjadi perubahan maka konfigurasi dikatakan benar.

Screenshot_19

Kesimpulan

DHCP merupakan mode yang digunakan sebagai layanan memberikan IP address pada suatu host, host yang memberikan IP atau layanan disebut dengan Server dan yang menerima atau request IP dinamakan Client.

Terima Kasih, semoga bermanfaat.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: