Lab 3.8 Spanning-Tree Protocol

Topologi

Screenshot_9

Konsep Dasar

Spanning-tree berfungsi untuk mencegah terjadinya frame loop forever, jika kita menggunakan topologi redudansi. Karena jika kita memasang jaringan yang redundan di switch maka, akan terjadi broadcast storm dimana frame akan selalu berputar di jaringan tersebut, dan akan menyebabkan jaringan menjadi lamban.

Atau dapat disimpulkan juga dalam mekanisme Spanning-Tree Protocol, terdapat salah satu port yang blocking sehingga hanya satu link saja yang digunakan agar tidak terjadinya loop, kemudian jika link utamanya down atau mati, maka port blocking pun berubah menjadi forward untuk meneruskan jalur datanya.

Spanning-tree secara default sudah aktif dengan sendirinya. Spanning-tree akan menjalankan 3 proses yaitu :

  1. Mencari Root Bridge yang berada di suatu topologi. Untuk melihat Root Bridge, hal yang diperhatikan adalah dari nilai prioritynya,default nilai priority adalah 32769, dan jika nilai priority sama, maka dilihat dari mac-address terkecil dari suatu switch.
  2. Mencari Root Port dari Switch yang bukan bertindak sebagai root bridge.
  3. Mencari Designated Port yang ada dari setiap link yang tersedia.

Terdapat beberapa tipe Spanning-tree diantaranya adalah

  1. Open Standard : STP (802.ID), Rapid STP (802.1W) , Multiple Spanning-tree MST (802.1S).
  2. Cisco Proprietary : PVST, PVST+,Rapid PVST.

Pada Spanning-tree manakah switch yang dikatakan Root Bridge ?

  1. Switch port root bridge, dipilih berdasarkan nilai priority terendah, dan jika sama maka dipilih lewat Mac-Address yang rendah diantara switch yang ada.
  2. Sedangkan switch yang memiliki switch yang memiliki Mac-Address terbesar, maka   disitulah terdapat blocking portnya.

Pada Spanning-tree terdapat port yang dinamakan, root port , designated port dan blocking port, gimana mencarinya ?

  1. Jika ingin mencari Root Port maka caarilah port dari suatu switch, yang arahnya menuju Root Bridge.
  2. Sedangkan untuk Designated Port merupkan port yang menjauhi Root Bridge.
  3. Pada Root Bridge status portnya adalah Designated Port semua.

Konfigurasi

Hal yang pertama kita lakukan adalah mencari Root Bridge dari topologi diatas, karna semua priority yang ada di setiap switch itu nilainya sama atau default, maka untuk mencari Root Bridgenya adalah lewat mac-address dari setiap switchnya, lakukan perintah show version pada tiap tiap switchnya dan lakukan verifikasi terhadap mac-addressnya.

#Switch0

Screenshot_1

#Switch1

Screenshot_2

#Switch 2

Screenshot_3

Terlihat dari masing-masing mac-address dari setiap switchnya, dan untuk membuktikan Root Bridge adalah dari Switch dengan Mac-Address terkecil, terlihat dari output diatas Switch yang memiliki Mac-Address terkecil adalah Switch 2, maka kita akan membuktikannya dengan melakukan perintah show spanning-tree untuk melihat switch yang berjalan sebagai Root Bridge pada Switch 2

Screenshot_4

Ternyata benar, Switch 2 berjalan sebagai Root Bridge, dan selanjutnya kita akan melakukan verifikasi designed port pada tiap-tiap interfacenya untuk melihat tipe designednya pada tiap interface yang ada di masing-masing switch.

Lakukan perintah show spanning-tree pada interface fa0/1 dan 2 di masing-masing switchnya untuk melihat status port designatednya.

#Switch 1

Screenshot_5

Untuk designated port interface fa0/2 milik Switch 1 berjalan sebagai Alternative port dengan status Block, nah jika nantinya link utamanya mati, maka port blocking pun berubah menjadi forward untuk meneruskan paket datanya, maka jalur data akan tetap berjalan dengan baik , dan untuk interface fa0/1 nya berjalan sebagai Root port dengan status Forward karena menuju ke switch Root Bridge.

#Switch 0

Screenshot_6

Terlihat status port di interface fa0/1 milik Switch0 berjalan sebagai Root Port, itu dikarenakan interfacenya berhadapan langsung dengan Root Bridge, seperti yang dijelaskan di bagian konsep dasar diatas.

Untuk port interface fa0/2 nya berjalan sebagai designated port, karena port ini terdapat jauh dari Root Bridge dan memiliki jalur yang berbeda untuk menuju Root Bridge, maksudnya tidak berhadapan langsung.

#Switch 2

Screenshot_7

dari hasil output diatas, untuk interface fa0/1 dan 2 status portnya adalah Designated Port, dikarenakan switch yang sebagai Root Bridge itu selalu memiliki port Designated Port.

Jadi setelah melakukan konfigurasi diatas kita dapat menyimpulkan manakah switch yang bergerak sebagai Root Bridge, switch yang bergerak sebagai blocking,forward,maupun designated port, dari topologi diatas maka dapat disimpulkan hasilnya adalah seperti berikut.

Screenshot_8

Kesimpulan

Spanning-tree protocol berfungsi untuk mengatasi jaringan yang redundan agar jalur datanya tidak melakukan loop forever dalam arti tidak berputar di suatu link tempat dia berada.

Semoga bermanfaat dan jika ingin copas disarankan tidak semuanya ^^

Terima Kasih, Semoga Bermanfaat Postingannya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s