Agar Ibadah dan Amal Tidak Sia – Sia.

amal

Assalamu’alaikum WR WB

Pada pagi hari ini, izinkan saya untuk berbagi kajian mengenai,

” Agar Ibadah dan Amal Tidak Sia – Sia “ yang di sampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen,  MA.

Pernahkah anda menulis suatu surat…
Berapa lembar surat yang anda tulis, kemudian jauhkah alamat yang anda tuju. Anda mungkin pernah menulis surat 10 lembar misalnya pada seorang teman lama anda karena anda begitu rindu dengan dia, anda curahkan seluruh isi hati anda kemudian karena anda ingin cepat surat itu sampai, anda menggunakan jasa pengiriman kilat khusus.

Setelah anda menunggu satu hari, dua hari, tiga hari ternyata tidak ada balasan. Sampai 1 bulan masih belum ada balasan ketika dicek ke jasa pengiriman ternyata suratnya balik karena alamat yang anda tulis salah atau kata lain alamat palsu.

Bagaimana perasaan anda..?

Ketika kita mengirim surat dan ternyata alamat yang dituju salah maka surat itu tidak akan pernah sampai karena alamatnya yang salah. Ketika kita beribadah kepada Allah SWT, kita ingin ibadah kita sampai kepada Allah SWT dan kita ingin ibadah kita diterima oleh Allah SWT.

Tapi sadarkah kita bahwa tidak semua ibadah yang kita lakukan itu akan sampai kepada Allah SWT dan tidak setiap amalan yang kita kerjakan itu akan diterima oleh Allah SWT.

Ketika kita salah dalam beribadah, ibadah itu tidak akan sampai dan tidak akan diterima oleh Allah SWT. Jika amalan ingin diterima oleh Allah SWT maka kerjakanlah amalan tersebut sesuai dengan tata cara yang diperintahkan, karena ketika Allah SWT menggariskan adanya suatu ibadah maka Allah SWT juga menggariskan tata dan cara yang harus diikuti oleh seorang hamba agar ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

 

Karena, kita sebagai seorang muslim dituntut untuk mengikuti apa yang sudah digariskan oleh Rosulullah SAW dalam perkara ibadah. Karenanya Rosulullah SAW telah mewanti-wanti dalam sebuah hadizt yang shoheh yang diriwayatkan Imam Muslim “Barang siapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada contohnya maka amalan tersebut akan ditolak” ini adalah syarat yang pertama agar amalan kita diterima oleh Allah SWT.

 

Syarat yang kedua adalah apa yang disebutkan oleh Allah SWT dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’an diantaranya dalam surah Al-Bayyinah ayat 5. Allah SWT berfirman “Padahal mereka hanya diperintahkan menyembah Allah SWT. dengan ikhlas mentaatinya semata-mata karena (menjalankan) agama dan juga agar melaksanakan sholat dan menunaikan zakat dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).”

 

Dua syarat yaitu adalah Ikhlas dan sesuai dengan tuntutan Rosulullah SAW itulah modal ketika ingin amalan diterima oleh Allah SWT.

 

Sekian Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih

 

Wassalamu’alaikum WR WB.

 

Sumber :

 

Yufid.TV
Penceramah : Ustadz Abdullah Zaen,  MA.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s