MUM DAY#1 ( 13 OCTOBER 2016 )

Yuk melanjut dari postingan sebelumnya tentang perkenalan MUM, di postingan ini saya akan coba sharing dari hasil catatan selama saya mengikuti acara MUM 12-14 October 2016 di Hotel Holiday Inn Sunter, Jakarta.

Materi #1 : In depth testing: Multi Point Wireless Access Point on RouterOS by Valens Riyadi, Pujo Dewobroto (Citraweb, Indonesia )

Pada materi ini Pa Valens Riyadi bersama Mas Pujo Dewobroto menjelaskan mengenai konsep Wireless Multi Point Access Point dalam kehidupan sehari – hari. Jadi misalkan kita memiliki bandwidth sebesar 30 Mb yang akan digunakan oleh satu user, pada saat user melakukan transfer data maka user tersebut tidak akan sepenuhnya mendapatkan bandwidth sebesar 30 Mb, Kenapa ? karena ada beberapa parameter yang nantinya di gunakan agar proses transfer datanya menjadi efektif dan efisien.

Ada beberapa parameter yang harus diperhatikan untuk membuat jaringan Multi Point diantaranya adalah :

Basic Rate merupakan rate yang digunakan pada saat proses handshaking antara Access Point dengan Client.

Supported Rate merupakan rate yang digunakan pada saat Access Point dan Client sudah terhubung.

Protokol perangkat wirelesspun harus diperhatikan seperti jenisnya yaitu ( a, b, g, n dan ac ) untuk Access Point dan Client protokolnya harus disamakan. Pada wireless juga bersifat half-duplex jadi jika ada client yang dataratesnya rendah maka akan mempengaruhi client yang lain.

Kesimpulan, pada saat akan setting wireless, kita akan membutuhkan real traffic agar kita tahu settingan apa saja yang bagus untuk speed client dan agar tidak ada gangguan seperti client yang protocol wirelessnya lebih rendah.

Materi #2 : MikroTik Hotspot 2.0 (IEEE 802.11u) by Rofiq Fauzi (ID-Networkers, Indonesia) 

Pada materi ini Pak Rofiq Fauzi menjelaskan tentang fitur hotspot terbaru yaitu (IEEE 802.11u) yang merupakan fitur terbaru MikroTik. Untuk konfigurasinya harus menggunakan via terminal, karena masih di sembunyikan oleh pihak MikroTik, jadi fitur ini memungkinkan kita terkoneksi secara manual terhadap perangkat access point yang satu network.

Materi #3 : Create Your Own Secure VPN Connection Using OpenVPN by Irfan Dhia Irsyad (PT Validata Teknologi, Indonesia)

2016-10-18-19_50_47-create-your-own-secure-vpn-network-presentation_3277_1476686469-pdfDalam materi ini mas Irfan menjelaskan mengenai kegunaan dari keamanan koneksi menggunakan OpenVPN yang gratis namun pengaruhnya luar biasa.

Dalam prsentasi ini juga dijelaskan mengenai cara menghubungkan 2 kanttor seperti kantor cabang yang ada di daerah terpencil atau daerah terpencil yang memiliki keterbatasan infrastruktur. Agar dapat akses internet yang layak, dengan biaya yang rendah dan juga aman.

Dalam penggunaan OpenVPN ini kita membutuhkan certificate key untuk proses keamanan dalam penggunakan OpenVPN.

Materi #4 : Implementation EoIP over VPN on dynamic IP by Teddy Yuliswar (Politeknik Negeri Padang, Indonesia)

2016-10-18-19_54_35-eoip-over-vpn-on-dynamic-ip-presentation_3349_1476685149-pdfDisini dijelaskan setting mengenai konfigurasi  EoIP di atas konfigurasi  VPN. Metode ini sangat berguna untuk menghubungkan dua perusahaan yang berbeda network ataupun yang berbeda kota. Sehingga tidak membutuhkan biaya mahal untuk perangkat seperti kabel fiber-optic. EoIP juga sudah terkenal sekali di Mikrotik, dan EoIP bekerja pada layer 2  dan proses pertukaran datanya dengan menggunakan mac address.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam EoIP Tunnel ini adalah:

  1. Remote address : yaitu alamat network yang dituju, misalkan Network A ingin terhubung ke Network B, maka remote addressnya adalah Network B.
  2. Tunnel ID : Tunnel ID pada kedua sisi EoIP Tunnel harus sama, agar Tunnel dipisahkan dengan Tunnel yang lain.

VPN adalah singkatan dari Virtual Private Network, yaitu koneksi jaringan pribadi yang melewati jaringan publik dengan aman dan bekerja pada protokol GRE no 47.

Materi #5 : MikroTik in real life, full scale and low budget ISP by Wima Sangga Yudanto (iNet Timor, Indonesia)

2016-10-18-20_02_21-presentation_3400_1476685854-pdfDalam Materi ini Pak Wima Sangga Yudanto atau pembuat materi membahas tentang bagaimana membuat ISP sederhana dengan Budget yang rendah tetapi tetap efisien dan terpercaya.

Real life

Real life disini maksudnya yaitu tidak disimulasikan atau hanya sekedar percobaan LAB saja, tetapi benar-benar dilakukan dikehidupan nyata. Juga untuk bisnis dan berbagai operasi yang bukan hanya percobaan.

Full Scale

Maksudnya adalah dilakukan dengan skala besar yaitu seperti memiliki ASN atau Autonomous System Numbers (ASN) adalah nomor unik secara global yang digunakan untuk mengidentifikasi sistem otonom (ASes) dan yang memungkinkan sebuah AS untuk bertukar informasi routing eksterior antara ASes tetangga. Kemudian memiliki angkutan dalam pengiriman data dan informasi dan dapat melakukan pemeriksaan atau monitoring.

Low Budget

Tentunya ini maksudnya biaya terjangkau

Inti Materi

Yang tadinya Pak Wima memakai Peralatan-peralatan Cisco untuk ISP tetapi selain harganya mahal, dan perangkatnya rusak karna terbakar. Kemudian mulailah Pak Wima mengganti perangkat-perangkatnya dengan Mikrotik selain harganya yang lebih murah, Pastinya lebih efisien, peforma bagus dan praktis karna yang pertam bisa menggunakan GUI yaitu WinBox yang mudah untuk dipelajari dan diterapkan. Dia juga Berhasil membuat Timur-Timor lebih mudah dalam mengimplementasi jaringan computer disana tentunya dengan menggunakan Mikrotik

Kesimpulan

Disini Pak Wima membuktikan untuk membuat ISP yang murah atau low budget yang lebih efisien, praktis, dan terpercaya itu bisa menggunakan Mikrotik. Mikrotik dianggap lebih mudah, murah,tetapi tetap terjamin kualitasnya.

Materi #6 : QoS on Hotspot by Paul Darius (Sky Networks Solusindo, Indonesia)

Dalam presentasi ini menjelaskan bagaimana  membagi alokasi bandwidth hotspot untuk client yang ada di suatu lingkup atau gedung dan dalam pembagian bandwidth ini juga harus tepat dalam penggunaan nya, dalam pembuatan hotspot di perkantoran biasanya terdapat user prioritas dan non prioritas, dimana alokasi bandwidthnya untuk dua user tersebut berbeda.

Materi #7 : Connection load balancing with mikrotik [workshop] by Achmad Mardiansyah (Garda Lintas Cakrawala, Indonesia)

Load balancing ini merupakan metode  untuk mendistribusikan beban trafik pada dua atau lebih jalur koneksi secara seimbang, agar trafik dapat berjalan optimal, memaksimalkan throughput, memperkecil waktu tanggap dan menghindari overload pada salah satu jalur koneksi. Jika satu link mati maka link selanjutnya bertanggung jawab untuk mem back-up jalur utamanya.

Materi #8 : MikroTik sebagai pelayan TV Cable sehat by Miftakhul Huda (Poltek Tegal, Indonesia)

Jadi MikroTik sangat berguna untuk melakukan pengawasan karena MikroTik mampu melakukan monitoring menggunakan CCTV terkait dengan jadwal kegiatan siswa di sekolah.

Kesimpulan

Mungkin cukup sekian catatan saya di hari pertama, jika ingin lebih paham bisa download filenya di web : mum.mikrotik.com

Irfan Divi Zianka ( Admin )

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s